UDAH JELAS BAHAYA, TAPI KENAPA
MASIH TETEP LAKU YA?
Judul
itu kayaknya cukup ngewakilin beberapa pertanyaan dari banyak orang di
Indonesia, maupun di seluruh dunia. Ya siapa yang gak kenal dengan barang yang
satu ini “ROKOK” dengan beribu-ribu sosialisasi bahwa barang ini berbahaya bagi
kesehatan, pemerintah, masyarakat, hingga oleh produk rokoknya sekalipun,
tetapi ko tetep aja sih orang-orang sering ngekonsumsi barang ini? Hmm mau tau
kenapa bisa gitu? Ikutin terus yah analisis saya, yang mau bahas tentang
strategi Humas/Public Relations perusahaan Sampoerna, yang sangat terkenal dan
menjadi salah satu pelopor rokok di Indonesia. Yuk langsung aja kita bahas
bareng ;)
Kalian
pasti udah gak asing kan denger produk rokok yang ber-merk SAMPOERNA ini? Atau yang
sering di sebut Amild, brand ini salah satu brand rokok yang menjadi pelopor
rokok putih, atau rokok dengan menggunakan filter. Pasti pada tau kaan? Nah
sekarang kalian tau gak? akhir-akhir ini udah banyak banget iklan sosial untuk
ngebahas bahayanya rokok, banyak juga sosialisasi yang udah dilakukan
pemerintah maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) buat bahas bahayanya rokok
ini, bahkan pemerintah udah menetapkan peraturan berupa peningkatan pajak, adanya
Peraturan Pemerintah yang ngatur tentang kadar kandungan nikotin dan tar,
persyaratan produksi dan penjualan rokok, persyaratan iklan dan promosi rokok, penetapan
kawasan tanpa rokok. (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 81 Tahun
1999). Nah dengan adanya Peraturan Pemerintah dan tekanan-tekanan yang semakin
kuat dari badan-badan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat maka bisa
mempengaruhi prestasi perusahaan PT HM Sampoerna Tbk untuk meraih keuntungan.
Sedangkan kehidupan perusahaan penjual produk sangat bergantung pada penjualan.
Penjualan itu juga kan sangat bergantung pada saat tahap promosi dan kualitas
produk itu sendiri.
Dengan
adanya beberapa tekanan yang dialami PT HM Sampoerna Tbk. Maka Public Relations
perlu ngerubah perannya dalam mempromosikan corporate, dengan nerapin suatu
strategi Public Relations untuk bisa ngepromoin perusahaan untuk mencapai
tujuan bersama dari organisasi perusahaan tersebut. Iniloh ternyata beberapa
strategi yang dipake PR dari perusahaan ini, mereka ngegunain strategi
Marketing PR teknik promosi penjualan dan pengenalan produk atau perusahaan
yang ngegabungin antara kekuatan publisitas dengan pendekatan teknik-teknik
jurnalistik dan pemanfaatan saluran khusus dengan sering ngadain kegiatan atau
event yang mengandung unsur penerangan tentang informasi produk-produk baru hingga
upaya mempengaruhi atau nyiptain opini publik yang menguntungkan si perusahaan.
Contoh
real yang saya rasakan dari kegiatan Marketing PRnya Sampoerna ini, yaitu dari seringnya
ada event-event yang ngebranding banget nama Sampoernanya, yang saya tau
perusahaan ini selalu mencari komunitas, organisasi ataupun media buat
kerjasama bikin event bareng, hal ini kayaknya emang sengaja mereka lakukan,
untuk jalan lebih dekat dengan konsumennya, sekaligus jadi kegiatan CSR juga.
Mereka rela ngeluarin budget hingga 200jt tiap bulannya per kota cuma buat
sebuah event yang mampu ngebranding nama dari Sampoerna. Hal ini dilakukan
karena melihat tekanan-tekanan tadi yang ngebuat produk rokok susah banget buat
ngebranding namanya lewat iklan biasa. Dari event-event aja Sampoerna udah
cukup sukses ngebranding ditengah-tengah tekanan pada produk rokok tersebut.
Selain memang positioningnya yang pas event ini juga mampu nge grab anak muda
buat ngembanging hobinya. Dari event-event micro contoh Azone yang selalu ada
tiap minggu, sampe event besar kayak SoundsAtions yang selalu ada tiap
bulannya, ini sukses banget narik kembali brand awareness dari konsumen.
Beberapa
kegiatan PR perusahaan ini juga bisa diliat dari kegiatan CSR, atau kayak di
iklannya mereka yang selalu liatin hal-hal yang positif, yang bisa bikin nama
perusahaan menjadi baik dimata konsumen. Gak cuman iklan-iklan di TV tapi iklan
mereka yang ada di baligho-baligho juga selalu ngeliatin hal-hal yang positif,
dengan tagline mereka yaitu “GoAheadpeople”. Dari beberapa kegiatan yang
dilakuin PR perusahaan rokok ini, semuanya bertujuan buat nama perusahaan
menjadi baik dimata publik, dan mencapai tujuan bersama dari perusahaan tersebut,
ditengah-tengah ancaman pemerintah dan lembaga terkait yang menghambat kegiatan
marketing dari sebuah perusahaan tersebut, maka dibuatlah kayak yang tadi kita
bahas bersama yaitu Marketing Public Relations yang bisa tetep jalanin kegiatan
marketing tetapi dengan cara-cara yang lebih soft karena adanya orang Public
Relations. Hal ini yang ngebuat produk rokok Sampoerna bisa tetep bertahan
hingga saat ini.

