Senin, 08 Juni 2015

UDAH JELAS BAHAYA, TAPI KENAPA MASIH TETEP LAKU YA?


Judul itu kayaknya cukup ngewakilin beberapa pertanyaan dari banyak orang di Indonesia, maupun di seluruh dunia. Ya siapa yang gak kenal dengan barang yang satu ini “ROKOK” dengan beribu-ribu sosialisasi bahwa barang ini berbahaya bagi kesehatan, pemerintah, masyarakat, hingga oleh produk rokoknya sekalipun, tetapi ko tetep aja sih orang-orang sering ngekonsumsi barang ini? Hmm mau tau kenapa bisa gitu? Ikutin terus yah analisis saya, yang mau bahas tentang strategi Humas/Public Relations perusahaan Sampoerna, yang sangat terkenal dan menjadi salah satu pelopor rokok di Indonesia. Yuk langsung aja kita bahas bareng ;)
Kalian pasti udah gak asing kan denger produk rokok yang ber-merk SAMPOERNA ini? Atau yang sering di sebut Amild, brand ini salah satu brand rokok yang menjadi pelopor rokok putih, atau rokok dengan menggunakan filter. Pasti pada tau kaan? Nah sekarang kalian tau gak? akhir-akhir ini udah banyak banget iklan sosial untuk ngebahas bahayanya rokok, banyak juga sosialisasi yang udah dilakukan pemerintah maupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) buat bahas bahayanya rokok ini, bahkan pemerintah udah menetapkan peraturan berupa peningkatan pajak, adanya Peraturan Pemerintah yang ngatur tentang kadar kandungan nikotin dan tar, persyaratan produksi dan penjualan rokok, persyaratan iklan dan promosi rokok, penetapan kawasan tanpa rokok. (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 81 Tahun 1999). Nah dengan adanya Peraturan Pemerintah dan tekanan-tekanan yang semakin kuat dari badan-badan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat maka bisa mempengaruhi prestasi perusahaan PT HM Sampoerna Tbk untuk meraih keuntungan. Sedangkan kehidupan perusahaan penjual produk sangat bergantung pada penjualan. Penjualan itu juga kan sangat bergantung pada saat tahap promosi dan kualitas produk itu sendiri.
Dengan adanya beberapa tekanan yang dialami PT HM Sampoerna Tbk. Maka Public Relations perlu ngerubah perannya dalam mempromosikan corporate, dengan nerapin suatu strategi Public Relations untuk bisa ngepromoin perusahaan untuk mencapai tujuan bersama dari organisasi perusahaan tersebut. Iniloh ternyata beberapa strategi yang dipake PR dari perusahaan ini, mereka ngegunain strategi Marketing PR teknik promosi penjualan dan pengenalan produk atau perusahaan yang ngegabungin antara kekuatan publisitas dengan pendekatan teknik-teknik jurnalistik dan pemanfaatan saluran khusus dengan sering ngadain kegiatan atau event yang mengandung unsur penerangan tentang informasi produk-produk baru hingga upaya mempengaruhi atau nyiptain opini publik yang menguntungkan si perusahaan.

Contoh real yang saya rasakan dari kegiatan Marketing PRnya Sampoerna ini, yaitu dari seringnya ada event-event yang ngebranding banget nama Sampoernanya, yang saya tau perusahaan ini selalu mencari komunitas, organisasi ataupun media buat kerjasama bikin event bareng, hal ini kayaknya emang sengaja mereka lakukan, untuk jalan lebih dekat dengan konsumennya, sekaligus jadi kegiatan CSR juga. Mereka rela ngeluarin budget hingga 200jt tiap bulannya per kota cuma buat sebuah event yang mampu ngebranding nama dari Sampoerna. Hal ini dilakukan karena melihat tekanan-tekanan tadi yang ngebuat produk rokok susah banget buat ngebranding namanya lewat iklan biasa. Dari event-event aja Sampoerna udah cukup sukses ngebranding ditengah-tengah tekanan pada produk rokok tersebut. Selain memang positioningnya yang pas event ini juga mampu nge grab anak muda buat ngembanging hobinya. Dari event-event micro contoh Azone yang selalu ada tiap minggu, sampe event besar kayak SoundsAtions yang selalu ada tiap bulannya, ini sukses banget narik kembali brand awareness dari konsumen.


Beberapa kegiatan PR perusahaan ini juga bisa diliat dari kegiatan CSR, atau kayak di iklannya mereka yang selalu liatin hal-hal yang positif, yang bisa bikin nama perusahaan menjadi baik dimata konsumen. Gak cuman iklan-iklan di TV tapi iklan mereka yang ada di baligho-baligho juga selalu ngeliatin hal-hal yang positif, dengan tagline mereka yaitu “GoAheadpeople”. Dari beberapa kegiatan yang dilakuin PR perusahaan rokok ini, semuanya bertujuan buat nama perusahaan menjadi baik dimata publik, dan mencapai tujuan bersama dari perusahaan tersebut, ditengah-tengah ancaman pemerintah dan lembaga terkait yang menghambat kegiatan marketing dari sebuah perusahaan tersebut, maka dibuatlah kayak yang tadi kita bahas bersama yaitu Marketing Public Relations yang bisa tetep jalanin kegiatan marketing tetapi dengan cara-cara yang lebih soft karena adanya orang Public Relations. Hal ini yang ngebuat produk rokok Sampoerna bisa tetep bertahan hingga saat ini.

Kamis, 04 Juni 2015

GADGET DAN INTERNET

Gadget.. Internet.. merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan saya. Zaman semakin canggih kebutuhan akan tekhnologi informasi semakin meningkat. Bukan lagi sebagai lifestyle, gadget dan internet sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi saya. Yang saya tau manusia itu tidak akan lepas dari komunikasi, maka dari itu manusia pun akan sulit lepas dari gadget yang mempunyai fungsi pokok sebagai alat komunikasi yang praktis. Bagaimana tidak, alat elektronik yang satu ini selalu memanjakan penggunanya dengan berbagai fitur yang selalu di update tiap saat. Hal tersebut membuat para penggunanya semakin nyaman dan menjadikan kebutuhan sehari-harinya.
Seperti saya sendiri, keseharian saya sangat sulit lepas dari barang yang satu ini. Tidak hanya saya gunakan sebagai alat komunikasi, saya juga sangat memaksimalkan fasilitas yang ada. Ditambah dengan adanya koneksi internet yang dapat meng akses secara luas, gadget ini semakin dapat diandalkan kegunaanya. Semua orang dapat meng akses dengan mudah melalui gadget, apapun yang akan di cari, dengan mudahnya didapatkan. Hal ini dapat mengikat dan ketergantungan pada penggunanya. Seperti saya sendiri, awalnya saya gunakan hanya sebagai alat komunikasi seperti biasanya. Dengan alasan itupun saya sangat sulit untuk melepaskan gadget dari genggaman tangan. Karena yang saya rasakan saat tidak memegang gadget dua jam saja, saya akan merasa kebingungan. Karena informasi dan komunikasi yang terjadi akhir-akhir ini semua berada di gadget masing-masing.
Ditambah dengan berbagai fitur yang menarik, gadget semakin sulit untuk dilepaskan dari kehidupan sehari-hari saya. Semakin bertambah hari semakin bertambah pengguna gadget ini. Otomatis semua komunikasi dan informasi bersumber dari gadget masing-masing. Hal tersebut yang menjadi alasan saya untuk tidak lepas dari gadget.
Tetapi menurut saya jika penggunaanya berlebihan dan digunakan yang kurang penting rasanya akan sia-sia. Karena banyak sekali efek positif dan negatif dari penggunaan gadget dan internet ini. Maka dari itu saya pribadi selalu menggunakan gadget dengan maksimal dan dipakai untuk hal yang positif. Dari situ saya mencoba membuat sebuah media online yang berisikan semua hobi saya, yakni berkenaan music, art, and event. Semua saya lakukan pada media online tersebut untuk menuangkan hobi saya dan tentunya dapat berguna bagi orang banyak. Hingga saat ini gadget dan internet sulit di pisahkan dari saya, karena semuanya menjadi kebutuhan pokok, yakni untuk komunikasi dan informasi keseharian saya, juga menunjang media online yang saya buat untuk menuangkan hobi saya.
Jika dihubungkan dengan pengelompokan konsumen berdasarkan aktivitas di media sosial, saya termasuk CREATORS karena saya merasa sangat aktif di media sosial tersebut, menciptakan konten untuk di publikasikan dan distribusi, biasanya saya mempublikasikan event-event atau berita musik terbaru. Saya juga sering menulis di web media saya. Mau itu artikel, news, ataupun feature. Saya pun sering mengupload video, foto, dll di media sosial untuk kebutuhan media online saya.

Biaya yang dikeluarkan saya untuk semua kebutuhan online tersebut kurang lebih 50.000/ bulan. Dan saya bisa menghabiskan waktu saya untuk gadget dengan total hampir 12 jam/ hari. Saya sudah cukup lama menggunakan gadget, sudah sekitar 5 tahun. Untuk saat ini saya lebih sering menggunakan media sosial twitter, tapi media sosial lainnya pun seperti Instagram, Path, Web, Line cukup sering digunakan juga. Untuk mengakses internet saya lebih banyak di kampus dan di rumah.